back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

JAWA TIMUR
Jumat, 25 Agustus 00
Surabaya Post


Tujuh Rektor PTN di Jatim Temui
Direktur Pembinaan Sarana Akademik

Malang - Surabaya Post

Adanya perbedaan perlakuan dari Ditjen Dikti terhadap perguruan tinggi negeri (PTN) dibandingkan PTS, membuat para rektor "gemas". Karena itu tujuh rektor PTN se-Jatim akan melakukan pertemuan di kampus Universitas Negeri Malang (UM), Minggu (27/8) lusa.
Para rektor itu antara lain dari UM, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Jember (Unej), ITS Surabaya, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), IAIN Sunan Ampel, dan Universitas Airlangga (Unair).
Rencananya pertemuan tersebut akan dihadiri Direktur Pembinaan Sarana Akademik (Binsarak) Depdiknas, Prof Dr Soeprojo P. Demikian dikatakan Rektor UM, Prof Nuril Huda MA PhD. yang dihubungi Jumat (25/8) pagi tadi.
Dijelaskan, sebelumnya Paguyuban Rektor Jatim sudah mengadakan pertemuan pendahuluan di kampus Unej. Pertemuan itulah yang ditindaklanjuti dengan pertemuan yang akan dilaksanakan Minggu lusa.
Salah satu agenda yang akan dibahas adalah proses perizinan membuka program studi (prodi) baru di PTN. Para rektor merasakan, Dikti selama ini tidak mudah memberikan izin untuk membuka prodi baru.
"Kalau kami mengajukan izin pembukaan program studi baru, prosedurnya membutuhkan waktu sampai bertahun-tahun, tapi kalau PTS dalam tiga bulan saja sudah bisa turun," ujar Nuril.
Dia menyadari, izin pembukaan prodi di PTS memang melalui proses pemberian status. Misalnya dari terdaftar, diakui, baru disamakan. Sedang di PTN, begitu izin diberikan maka statusnya langsung disamakan.
"Kami menyadari hal itu. Tapi mbok ya jangan lama-lamalah," tambah laki-laki kelahiran Jombang yang juga dosen jurusan Pendidikan Bahasa Inggris itu.
Salah satu contoh, saat UM (waktu itu masih IKIP Malang) mengajukan pembukaan prodi Bahasa Jerman, waktu yang dibutuhkan sekitar 10 tahun. Padahal dalam hal pemenuhan SDM, PTN yang berlokasi di Jl. Surabaya itu sudah menyiapkannya. (dia)