back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

JAWA TIMUR
Kamis, 14 September 00
Jawa Pos


Kampus Universitas Darul Ulum Diblokade, Kegiatan Lumpuh
Buntut Konflik Antara Rektorat dan Yayasan

JOMBANG - Perseteruan antarelite di Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang, khususnya antara rektorat dan yayasan pimpinan KH Dimyati Romli SH, kian panas. Setelah pelantikan masal pejabat Undar 9 September lalu tegang, kemarin kampus itu diblokade. Pintu utama kampus ditutup sehingga perkuliahan macet total.

Pemblokadean kampus itu sempat mengagetkan ratusan mahasiswa dan staf kampus yang pagi itu akan kuliah. Ketika akan masuk, mereka tertahan di depan pintu masuk karena pintu tertutup. Di pintu masuk itu terpampang dua pemberitahuan kepada civitas akademika. Isinya, semua aktivitas dihentikan sementara sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Pemberitahuan ini ditandatangani KH Dimyati Romli dan Dra Ahmada Faidah (atas nama ketua dan sekretaris yayasan).

Sekitar pukul 08.15, para mahasiswa dan staf Undar yang tertahan di luar pagar menjebol pintu pagar, lalu masuk kampus. Selain itu, mereka menyobeki beberapa pemberitahuan yang tertempel di dinding-dinding kampus. Mereka mendapati sejumlah ruangan kampus sudah tertutup. Beberapa loket layanan mahasiswa yang biasanya melayani kebutuhan mahasiswa, kemarin tidak melayani.

Para mahasiswa yang melihat kenyataan ini langsung membahas masalah yang menimpa kampusnya. Para mahasiswa rata-rata memilih bersikap diam dan tidak mau ikut campur dalam masalah ini meski mereka mengaku merasa dirugikan atas kejadian ini. Maklum, mereka umumnya sudah mafhum tentang konflik elite di Undar, termasuk munculnya dualisme kepemimpinan yayasan Undar.

KH Dimyati Romli ketika dikonfirmasi mengaku tindakan itu dilakukan agar rektorat mau mendatanginya untuk melakukan negosiasi guna menyelesaikan masalah yang ada. Sebab, dalam pertemuan 12 September yang diadakan di rumah KH As'ad Umar, Peterongan, pihak rektorat tidak hadir. Padahal, sebelumnya sudah ada kesepakatan. "Kami tidak bermaksud merugikan mahasiswa, kami ingin memperbaiki Undar untuk masa depan. Tetapi, sepertinya, mereka tidak mau islah," ujarnya.

Selama belum ada penyelesaian, lanjutnya, kampus Undar tidak boleh digunakan untuk beraktivitas, termasuk wisuda dan penyerahan mahasiswa baru yang rencananya dilakukan hari ini. Dia memberikan dua syarat untuk memperbolehkan aktivitas berjalan lagi, yaitu harus mendapat pengakuan dari yayasan dan menyerahkan nomor rekening yayasan kepada ketuanya. "Silakan kegiatan diadakan, tetapi jangan di sini. Sertifikat tanah ada di tangan kita," tegasnya.

Rektor Undar Mujib Mustain SH ketika dikonfirmasi tidak mau berkomentar. "Tidak ada komentar saya," katanya sambil berlalu. Untuk mengatasi masalah ini, kemarin rektorat mengadakan rapat. (im)