back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

DAERAH
Kamis, 24 Agustus 00
SURYA


`Penculikan` Warnai Pilihan Dekan Universitas Negeri Jember

Jember: Pemilihan Dekan Fakultas Sastra Universitas Jember (UJ), Rabu (23/8) siang, berlangsung dalam suasana panas. Sebab, dalam pemilihan yang berakhir seri antara dua calon, yakni Drs Yoseph Supardjana MS dengan Drs H Marwoto, diwarnai tindakan kurang terpuji yang dilakukan salah seorang dosen senior.

Ini terungkap di ruang pemilihan, saat Drs Sudiro SU mengaku diculik oleh Prof Drs IC Sujarwadi dan dihadapkan ke Rektor UJ, Prof Dr Kabul Santoso MSc , untuk memilih calon pilihan rektor. Pengakuan lisan Sudiro yang juga Ketua Jurusan Sejarah itu disaksikan oleh mahasiswa, karyawan dan dosen yang berada di luar ruangan.

Diungkapkan Sudiro, sehari sebelum pemilihan, ia didatangi Sudjarwadi di rumahnya untuk diajak menemui rektor di rumah dinasnya, Selasa (22/8) sekitar pukul 05.30 Wib. Dalam pertemuan itu, rektor meminta Sudiro untuk memilih calon yang didukungnya.

Tak pelak, pengakuan jujur Sudiro membuat 20 orang anggota Senat Fakultas Sastra terkejut, termasuk Sujarwadi. "Saya kira politik semacam itu boleh dilakukan." kata Sujarwadi langsung menimpali pengakuan Sudiro yang memojokkan dirinya. Jawaban singkat Sujarwadi itu mengundang teriakan huuu mahasiswa dan karyawan.

Tolak Status Quo

Pemilihan Dekan Sastra kemarin berakhir seri. Kedua calon sama-sama meraup 10 suara dari 20 anggota senat pemilik suara yang hadir. Anggota senat pemilik hak suara itu sebenarnya 21 dosen. Seorang anggota yang tak hadir karena sakit adalah Drs Gunawan.

Setelah dibahas anggota senat, akhirnya disepakati penentuan Dekan Sastra diserahkan kepada rektor. Tetapi putusan rektor harus mengacu pada sejumlah rekomendasi senat.

Rekomendasi senat kepada rektor, yakni pengakuan tertulis Sudiro tentang penculikan, permintaan maaf Sudjarwadi dan pernyataan BPM (badan perwakilan mahasiswa) serta Hasil polling dosen Sastra Inggris yang memilih calon Drs Marwoto dan menolak Yosep.

Menanggapi hasil seri itu, Drs Edy Burhan, salah seorang anggota senat sastra merasa khawatir rektor akan melakukan intervensi. Menurutnya, penentuan pemenang oleh rektor sangat tidak fair. Padahal, 10 suara yang diperoleh Joseph diperoleh melalui cara-cara kotor.

"Mereka mengintimadasi, menculik dan memakai pendekatan kekuasaan untuk menekan anggota senat. Itu kan cara-cara preman." tegas Edi Burhan. Ditambahkannya, ia bersama mahsiswa, karyawan dan dosen akan mengeluarkan mosi tidak percaya yang ditandatangani oleh mahasiswa, dosen dan karyawan yang pro perubahan. Hal senada diungkapkan oleh Drs Kusnadi MS yang juga Kepala Jurusan Sastra Indonesia. "Intervensi rektor bertentangan dengan otonomi kampus yang segera diberlakukan," jelas Edi Burhan.

Sementara Sujarwadi saat dikonfirmasi Surya membantah tegas telah menculik Sudiro. Menurutnya, ia mengajak Sudiro menemui rektor dalam rangka menagih janji yang dibuat Sudiro sebelum menjadi Ketua Jurusan Sejarah. "Dia pernah berjanji akan mendukung calon dekan yang didukung rektor," katanya.

Menanggapi permintaan maaf lisan dan tertulis dirinya, Sujarwadi mengatakan itu terpaksa dia lakukan untuk memenuhi tuntutan pendukung Marwoto.(gio)