back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Virtual Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

JAWA TIMUR
Kamis, 20 April 2000
Surabaya Post


Ernomo: Beri Kesempatan Kader Pemimpin

KADER pemimpin tidak akan tumbuh tanpa diberi kesempatan. Dari dasar pemikiran itulah, Drs Ernomo (56), Bupati Trenggalek periode 1995-2000 yang masa jabatannya akan berakhir 2 Oktober mendatang, sejak dini menyatakan tidak akan bersedia dicalonkan atau mencalonkan kembali sebagai bupati periode 2000-2005. Meski, banyak pihak memintanya.
"Saya tidak ingin, masyarakat Trenggalek terkungkung pada pola sempit, emosional yang tidak mendorong kemajuan. Saya tidak ingin masyarakat terjebak dalam kultus individu dan paternalistik. Tapi saya ingin, masyarakat sadar atas semakin relevannya pepatah lama: patah tumbuh hilang berganti, dalam estafet kepemimpinan bangsa," ujar pria asal Madura itu kepada wartawan yang sengaja diundang untuk menyampaikan uneg-uneg-nya.
Sebab, bagi dirinya, jika harus bersedia dicalonkan kembali, sama halnya dengan kehilangan waktu. Padahal, waktu itu masih sangat dia butuhkan untuk merenungkan dan meluruskan kembali arah perjalanan hidupnya selama ini, sebelum telanjur dipanggil Tuhan. Sementara tugas-tugas yang lebih mulia lainnya, belum sempat dia sempurnakan.
Dari sisa waktu itu pulalah, dia ingin pindah dari medan perjuangan yang satu ke medan perjuangan lainnya yang lebih dekat dengan anak-anaknya. Berbisnis untuk membantu para perajin dan petani, membantu kegiatan-kegiatan sosial, menulis di media massa. Dan tidak ketinggalan, menimba ilmu di bidang kewirausahaan serta agama.
"Saya ingin lebih dekat dengan anak-anak saya di Surabaya yang kurang lebih lima tahun kehilangan ibunya karena lebih dulu dipanggil Allah. Kemudian lantas 'setengah' kehilangan saya, karena menjadi bupati di Trenggalek. Padahal saat ini banyak putra-putri pejabat terjerumus ke hal-hal negatif hanya karena kurangnya waktu dan perhatian mereka," katanya.
Di akhir perbincangan santai itu, Ernomo yang meniti karier selama 35 tahun, dari PNS rendahan sampai bupati --yang menurut pengakuannya tidak pernah diduganya itu-- menekankan kembali bahwa semua alasan tersebut disusunnya hanya untuk satu tujuan. Yakni, tidak lain mewujudkan keinginannya, memberi kesempatan kepada kader-kader baru yang memiliki kemampuan dan iktikad baik untuk memimpin Trenggalek. Silakan... (N. Daroini)