back
Serambi MADURA https://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

JATIM
Sabtu, 05 Agustus 00
Surabaya Post


Geger, Dua Pilkades di Kecamatan Geger

Bangkalan - Surabaya Post

Dua kali pelaksanaan pilkades (pemilihan kepala desa) di Kecamatan Geger, Bangkalan, sama-sama geger. Di Desa Kampak, pendukung yang kalah membakar kotak suara, di Desa Banyoning Laok, terjadi penghadangan terhadap panitia Kecamatan di tengah jalan.
Kejadian yang terpaut sehari membuat pusing aparat Kecamatan Geger dan Pemda Bangkalan. "Kami tidak menyangka akan terjadi seperti ini. Padahal persiapan sudah dilakukan dengan matang sesuai mekanisme yang berlaku," kata Camat Geger Drs Sunarto, didampingi Kabag Humas Ir Abd. Sjakur, Jumat (4/8).
Keributan yang terjadi dipelaksanaan pilkades di Desa Campak, Kamis (3/8), dipicu salah satu pendukung calon yang kalah. Pada waktu perhitungan satu kotak suara, selisih angka antara calon kalah (Jupri) dengan yang menang (Abu Yasit) terpaut sekitar 600 suara.
Saat penghitungan kotak kedua yang dibacakan anggota Muspika, tiba-tiba Mrj masuk ke arena. Langsung menyiramkan bensin dari botol ke kotak suara dan membakarnya. Api segera menyulut kotak suara dan isinya.
Masyarakat ribut, semburat menyelamatkan diri menjauhi arena. Petugas dari Polres dan Polsek segera menangkap Mrj dan mengamankan situasi. Sebagian petugas dibantu masyarakat menyelamatkan kotak yang terbakar.
Kotak suara dibawa ke Kantor Camat Geger, tersangka diamankan di Polsek. Atas kesepakatan kubu dua calon, panitia, dan keamanan, penghitungan suara dilanjutkan di Kantor Polres Bangkalan.
Di dalam kotak ada 80 suara yang terbakar. Disekapati jumlah itu dibagi dua untuk calon. Dalam penghitungan terakhir Abu Yasit menang mendapatkan 2.145 suara, dan Jupri 839 suara.

Dihadang
Sehari sebelumnya di Desa Banyoning Laok, pelaksanaan pilkades dibubarkan. Karena mobil panitia yang mengangkut perangkat pilkades dihadang puluhan orang.
Mereka mengancam akan membakar mobil bila tidak kembali membatalkan pilkades. "Panitia sudah terancam seperti itu, mau berbuat apa lagi. Terpaksa pelaksanaan pilkades Banyoning Laok untuk sementara ditangguhkan sambil menunggu situasi kondusif," ujar Sunarto.
Dari informasi yang diterima, upaya pembatalan pilkades Banyoning Laok, karena salah satu bakal calon, Damanhuri, gugur sebelum pelaksanaan. Pendukung tidak terima, karena surat resmi tidak bisa mengikuti pilkades belum diterima bakal calon. (kas)