back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

JAWA TIMUR
Rabu, 19 Juli 00
Surabaya Post


DPRD Soroti Pelayanan PDAM

Bangkalan - Surabaya Post

DPRD menyoroti pelayanan PDAM "Sumber Pocong" yang dikeluhkan pelanggan. Yaitu soal kurang lancarnya penerimaan air hingga terjadinya macet bagi sebagian pelanggan selama beberapa hari.
"Hendaknya PDAM meningkatkan pelayanan pada pelanggan, baik secara kualitas maupun kuantitas. Bukan menjadi bumerang terhadap persoalan yang akan timbul akibat dari ketidakpastian pelayanan yang diberikan," kata Ketua FKB, Ir M. Sarbini Makki, Selasa (18/7).
Para pelanggan di beberapa tempat merasakan ketidaklancaran penerimaan air. Mereka mengeluhkan macetnya air selama beberapa hari.
"Selama tiga hari air PDAM di perkampungan saya macet total. Kami tidak tau penyebabnya, andai ada pemberitahuan sebelumnya, masyarakat mengantisipasi dengan menaruh air untuk keperluan sehari-hari," keluh pelanggan di Kel. Pejagan, Kota Bangkalan.
Menurut Sarbini PDAM seharusnya membenahi diri. Dengan mengantisipasi calon pelanggan baru terutama di perumahan-perumahan. "Begitu pula rencana pengembangan PDAM di Kel. Bancaran, Jl. Halim Perdana Kusuma, Kec. Modung, juga kerja sama dengan beberapa pengembang. Makanya peningkatan pelayanan pada pelanggan amat penting," imbaunya.
Dirut PDAM "Sumber Pocong", Drs Moch. Dahlan didampingi Kabag Humas, Ir Abd. Sjakur mengakui pelayanan yang diberikan perusahaan daerah ini masih perlu ditingkatkan lagi. Persoalannya cukup kompleks, perlunya dana yang cukup untuk mengganti jaringan.
"Namun kini sudah kami upayakan dengan adanya proyek bantuan dari Ciptakarya senilai Rp 400 juta lebih. Dan proyek PDAM sendiri senilai Rp 700 juta. Proyek ini ditujukan untuk memperlancar pendistribusian air pada pelanggan," katanya.
Selain itu juga memperbaiki sistem jaringan yang dari tertutup diubah terbuka. Sehingga jaringan bisa menyambung dari wilayah yang satu dengan lainnya.
Menyinggung pernah macetnya air kata Dahlan karena listrik di bagian produksi padam. Sehingga begitu listrik menyala kembali, perlu beberapa hari mengembalikan pendistribusian pada pelanggan.
"Saat itu listrik padam sebanyak tujuh kali. Ini amat mempengaruhi produksi dan pendistribusian. Coba PLN Bangkalan memberi tahu listrik padam, kami bisa mengantisipasi dengan jaringan lainnya," ujar Dahlan. (kas)