back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

JATIM
Minggu, 16 Juli 00
Jawa Pos


Genset Buat Pengungsi Sambas

BANGKALAN - Kesulitan air bersih dan penerangan listrik yang menimpa para pengungsi korban kerusuhan Sambas, Kalimantan Barat yang kini bermukim di Bangkalan, Madura, Jawa Timur tampaknya mulai teratasi dengan datangnya bantuan dua sumor bor dan satu unit genset berkekuatan 10 Kwh.

Dua bantuan sumor dan genset yang diberikan oleh kelompok yang menamakan diri "Umat Nasrani Peduli Kasih Kristus dan Sayang" Surabaya itu berada di Desa Genteng, Kecamatan Konang dan Desa Katol, Kecamatan Kokop Kabupaten Bangkalan, Madura.

Penyerahan bantuan itu dilakukan pelaksana Pdt. Djuki Prasetyo Budi, Sth yang diterima langsung Bupati Bangkalan DR Ir H Muhammad Fatah MM di Desa Genteng, Kecamatan Konang, Bangkalan, kemarin.

Menurut Djuki, keberadaan dua sumur dan genset itu merupakan perwujudan cinta kasih persaudaraan sesama uma manusia, sehingga dapat meringankan penderitaan para pengungsi korban kerusuhan Sambas, khususnya yang mengungsi di Bangkalan.

"Kita merasa terpanggil. Sebab, dampak kerusuhan dan pengungsian ini sangat berat. Bantuan ini, jangan dinilai harganya, tetapi rasa cinta kasihnya yang mendalam sesama umat manusia," katanya.

Dua sumor bor itu diperhitungkan akan bisa dinikmati oleh sekitar750 KK pengungsi di Desa Konang dan Desa Katol. Sebelumnya, para para pengungsi dan warga setempat untuk mendapatkan air bersih harus berjalan sekitar tiga kilometer menuju sungai atau sumber air.

Bupati Bangkalan Fatah menyatakan bantuan ini sangat membantu meringankan penderitaan para pengungsi. Sebab, selama ini kesulitan yang memang paling dirasakan yaitu kesulitan mendapatkan air bersih dan aliran listrik, selain bahan makanan pokok.

"Pemda masih terus berupaya mencari bantuan, karena hingga saat ini para para pengungsi yang ada di Bangkalan ini masih membutuhkan bantuan makanan, pakaian dan air bersih serta penerangan listrik," katanya.

Menurut dia, pengungsi korban kerusuhan Sambar yang hingga saat ini berada di Madura sekitar 951 KK yang tersebar di beberapa kecamatan, termasuk di Kecamatan Konang dan Kokop.

Sementara itu, salah seorang pengungsi Sholeh menyatakan kesenangannya dengan bantuan itu, sehingga kesulitan air bersih dan penerangan listrik yang selama ini bernimpa mereka, sedikit teratasi.

Ia mengakui bahwa sebelum ada sumor bor dan genset para pengungsidan warga setempat sangat kesulitan mendapatkan air bersih, apalagi di musim kemarau.

"Kami harus berjalan kaki tiga kilometer ke sungai untuk mendapatkan air. Itupun, airnya kotor, sehingga tidak mandi berhari-hari. Mudah-mudahan dengan sumor bor ini bisa meringankan kami," tambahnya. (ko)