back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

JAWA TIMUR
Rabu, 12 Juli 00
Surabaya Post


Madura Masih Kesulitan Tarik Investor Asing

Bangkalan - Surabaya Post
Bupati Bangkalan H Moh. Fatah mengatakan untuk menggaet investor asing menanamkan investasinya di Madura cukup sulit. Apalagi kondisi negara seperti sekarang ini ditambah birokrasi yang berbelit.
"Paling tidak dari kunjungan duta Bangkalan ke Belanda selama dua minggu, telah memperkenalkan Madura secara keseluruhan. Tujuan kita untuk jangka panjang, memang untuk jangka pendek belum bisa dilihat hasilnya," katanya pada wartawan di Pendapa Kabupaten, Selasa (11/7).
Bupati menguraikan hasil kunjungan tim Bangkalan mengikuti pameran "Pasar Tong-tong" di Den Haag, Belanda. Keberangkatan tim Bangkalan beberapa waktu lalu sempat dipertanyakan beberapa kalangan. Karena yang mengikuti lebih banyak dari kalangan pejabat dan istri dibandingkan dari seniman.
"Di antara pejabat ikut dengan biaya sendiri. Sebenarnya anggota Dewan semula akan ikut namun membatalkan diri," jelas Bupati didampingi Kabag Humas H Abd. Sjakur.
Namun kata Bupati dari beberapa pembicaraan dengan investor di Belanda, rupanya ada yang berminat. Seperti ketertarikannya pada udang windu dari Bangkalan.
Tentang komoditas ini telah ada kontak dengan pengusaha di Bangkalan. Pengusaha luar negeri masih ingin mendapatkan kepastian, apakah pengusaha yang akan diajak kerja sama dari Bangkalan ini mempunyai surat izin ekspor dan lainnnya.
"Sebelum melakukan kerja sama secara riil, mereka masih akan melakukan penjajakan dulu dengan datang ke Madura," ujar Fatah.
Pengusaha Belanda lainnnya tertarik dengan penyeberangan Ujung- Kamal. Maksudnya dia akan membuat kapal penyeberangan khusus muatan penumpang.
Hal ini dicoba dengan penjajakan ke wilayah Sepuluh, Bangkalan. Apakah kapal penumpang itu dibuat dari kayu. "Kalau bisa dari kayu berarti hanya menyiapkan mesinnya," katanya.
Sebuah perusahaan elektronik di Belanda kata Fatah membutuhkan tenaga kerja (TKI) dari Indonesia. "Setiap tahap dibutuhkan 100 orang. Ini sebuah kesempatan bagi warga Madura, tentunya dengan kemampuan skil di bidang itu," ujarnya.
Disinggung masalah pariwisata, menurut Bupati wisatawan mancanegara untuk datang ke Madura tertanggu dengan persoalan transportasinya. Mereka kadang macet baik dari Ujung maupun Kamal.
"Padahal mereka bepergian sudah diperhitungkan dari segi waktu. Kalau macet di penyeberangan, bisa terlambat untuk penerbangan kembali ke negaranya atau tujuan lainnya. Kami telah mengirim surat ke ASDP, agar para wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Madura diberi prioritas dalam penyeberangan," harap Bupati.
Sedang selama pameran katanya orang luar negeri ternyata senang dengan trasi, dodol salak. "Termasuk barang-barang antik seperti keris," katanya. (kas)