back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Virtual Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

JAWA TIMUR
Rabu, 10 Mei 2000
Surabaya Post


Soal Benteng Diubah Jadi Taman Seni Budaya
Pemda Bangkalan Berharap Kapolri Turun Tangan

Bangkalan - Surabaya Post

Upaya Pemda Bangkalan menjadikan bangunan benteng bekas peninggalan Belanda sebagai Taman Seni Budaya Madura, menemui hambatan. Sebab 17 KK (50 jiwa) anggota Polres Bangkalan yang menempati lokasi di Jl. K.S. Tubun, Kecamatan Kota, tak mau pindah walau Pemda telah menyiapkan perumahan.
Apalagi Polda Jatim meminta kompensasi lahan pengganti hingga 10 hektare sebagai tempat markas Brimob. Untuk mengatasi ini Pemda Bangkalan mengharapkan turun tangan langsung dari Kapolri.
"Sebenarnya dari dokumen yang saya lihat di Dephankam, areal benteng bekas peninggalan Belanda itu aset Pemda. Lokasi benteng semula ditempati asrama Brimob kini ditempati asrama anggota Polres Bangkalan," kata Bupati Bangkalan, Dr (Hc) Ir Moh. Fatah, MM, Selasa (9/5).
Pada waktu Kapolres Bangkalan dijabat Letkol Pol Drs Suko Basuki, bupati telah melakukan pendekatan. Pemda menyiapkan lahan pengganti di Desa Mertajasah, Kecamatan Bangkalan seluas 2 ha ditambah bangunan rumah di Perumahan Tunjung, Kecamatan Burneh bagi 17 KK penghuni benteng.
"Saat itu Kapolres sudah tidak masalah karena untuk kepentingan budaya. Tetapi Kapolwil Madura masih keberatan. Apalagi Polda Jatim meminta kompensasi lahan hingga 10 ha untuk Markas Brimob, dan itu tidak mungkin," jelas bupati.
Bahkan Bupati Fatah secara pribadi waktu itu menemui Kapolri saat dijabat Roesmanhadi yang kebetulan putra daerah. Tetapi hingga dia lengser belum ada tindak-lanjutnya.
"Kami tetap berharap benteng bisa difungsikan menjadi Taman Seni Budaya Madura. Untuk menyelesaikan ini perlu turun tangan Bapak Kapolri," harap Bupati.
Kondisi bangunan benteng sekarang cukup memprihatinkan. Beberapa bagian sudah banyak yang rusak akibat ulah tangan-tangan jahil.
Malah petugas Suaka Trowulan, Mojokerto, telah melakukan penelitian di benteng. Melihat kondisinya azet sejarah yang rusak parah, petugas itu memberi tulisan tanda peringatan agar tidak merusak tempat itu. Namun pengumuman itu dibuang oleh seseorang.
Pada Anggaran 1999/2000, telah dianggarkan ratusan juta rupiah untuk rehabilitasi bangunan Benteng. Karena masih ada persoalan akhirnya anggaran itu ditangguhkan.
"Sebenarnya, harus ada perhatian dari semua pihak terhadap bangunan benteng. Tempat itu termasuk ada unsur sejarahnya yang perlu dilestarikan," kata Kadisparda Bangkalan Drs Ridwan. (kas)