back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Virtual Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

JAWA TIMUR
Kamis, 20 April 2000
Surabaya Post


Minyak Tanah Kembali Langka
Harga di Bangkalan Naik Seratus Persen Lebih

Bangkalan - Surabaya Post

Minyak tanah kembali langka di Bangkalan. Akibatnya harga melambung hingga Rp 500 per liter sampai Rp 750 per liter. Naik 100 persen lebih dari harga eceran tertinggi (HET) Rp 350/liter.
Padahal harga BBM yang rencananya naik 1 April 2000, ditunda. Sedang pengiriman dari Depot Camplong Sampang ke agen-agen, sesuai kontrak. Bahkan pada hari libur yang biasanya tak ada pengiriman, tetap dikirim. Diduga hal itu akibat ulah spekulan minyak tanah.
Melihat kenyataan ini Komisi B DPRD Bangkalan, Kamis (20/4) hari ini memanggil semua agen minyak tanah, pengecer, perwakilan Pertamina, dan Hiswana Migas Madura.
Dari keterangan masyarakat Kota Bangkalan, sudah dua hari minyak tanah sulit ditemui di pasaran. Setiap membeli di pengecer atau pangkalan, penjual mengatakan sudah habis.
"Di toko-toko yang mengecer minyak tanah, sudah habis. Untuk mendapatkan minyak tanah, terpaksa patungan dengan tetangga, dengan harga Rp 750/liter. Di tempat lain ada yang dijual lebih murah Rp 500/liter, akhirnya cepat habis diborong masyarakat," kata seorang ibu rumah tangga di Kel. Pejagan, Kota Bangkalan, pagi tadi.
Malah seorang warga kota Kec. Kamal terpaksa mencari minyak tanah ke Surabaya. "Saya kebetulan ada keperluan ke Surabaya menggunakan mobil dewan. Sekalian membeli minyak tanah dengan harga Rp 400/liter. Karena membeli di Kamal sulitnya setengah mati," kata seorang sopir mobil dinas DPRD Bangkalan, kemarin.
Ketua Hiswana Migas (Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas) Madura, Suwandi, mengaku heran dengan hilangnya minyak tanah di pasaran. Padahal pengiriman dari Depot Camplong, Sampang, sesuai dengan kontrak 300 kilo liter/hari untuk kebutuhan Madura.
"Malah pada hari Minggu dan hari libur nasional yang biasanya tidak ada pengiriman minyak tanah, mulai Minggu lalu dilakukan. Biasanya untuk keperluan Madura 300 Kilo liter/hari, dikirim 150 kilo liter," katanya.
Dia curiga dengan pengiriman minyak tanah yang lancar bahkan hari libur tetap di droping, tetapi hilang di pasaran. "Kalau hanya untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari, pengiriman sejumlah itu tidak akan kurang apalagi sudah ditambah. Lalu kenapa sulit didapat masyarakat, ini tanda tanya," ujarnya.
Sekretaris Komisi B DPRD Bangkalan, Drs Moh. Wahid, mengatakan akan memanggil agen, pengecer, konsumen, Pertamina, Hiswana Migas, besok ke dewan. "Kelangkaan minyak tanah ini akan dibahas bersama. Apa ada spekulannya, atau ada faktor lain. Makanya kami harap mereka hadir untuk mencari jalan keluarnya," katanya.

Mulai Datang

Sementara itu di Mojokerto, minyak tanah yang sulit didapat sejak dua minggu lalu, kini mulai datang dan sudah bisa dibeli masyarakat meski harganya naik.
Agen Haji Ali di Jl. Wijayakusuma mengatakan, setelah beberapa hari kosong, sejak Selasa (18/4) kemarin tokonya mendapat pasokan minyak tanah namun harganya naik Rp 200 per tangki. Konsekuensinya harga di tingkat agen yang semula Rp 350/liter naik menjadi Rp 400/liter. "Di pengecer tentu lebih tinggi lagi," kata Ny Ali.
Di agen Rozak di Jl. KH Usman, minyak tanah sudah datang sejak Jumat lalu dengan harga Rp 375/liter. Sementara itu agen yang cukup besar di kawasan Wates, Kodya Mojokerto harganya Rp 360 per liter. Agen ini relatif tidak mengalami kelangkaan sebab minyak tanah selalu ada meskipun untuk membeli dibatasi. Menurut salah seorang pembeli, Ny Adi, kebanyakan yang membeli di agen Ates ini bukan hanya dari tetangga sekitar tetapi juga dari daerah lain termasuk dari Blooto.
Agen yang sama sekali tak memiliki minyak tanah adalah Rosak di Desa Pekuncen, Sambiroto yang berada di pinggiran kota. Sejak rencana kenaikan minyak tanah pada 1 April lalu, ia tidak mendapat pasokan minyak tanah sama sekali. "Hingga sekarang kosong," katanya, Rabu (19/4).
Menurut Ny Bambang Sudjarwanto, penduduk Pondok Teratai, Sooko, di daerahnya sudah tiga hari ini minyak tanah langka. Kalau ada harganya Rp 500/liter dan untuk memperolehnya harus berebut.
Sejumlah pengecer mengatakan, selama sepekan ini memang tidak ada kiriman sehingga stok habis. "Padahal saya sudah menelepon ke distributor minta dikirim," kata Harno, pagi tadi. (kas, kun)