back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Virtual Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

JAWA TIMUR
Kamis, 24 Februari 2000
Surabaya Post


Orang Madura Jangan Terpancing Ajakan Jihad

Bangkalan - Surabaya Post

Danrem 084/BJ, Kol Inf Bambang Suranto mengingatkan masyarakat Surabaya dan Madura agar tidak terpancing dengan selebaran yang mengajak jihad ke Ambon. Sebab keberadaan orang yang menyebarkan selebaran tidak jelas dan hanya ingin memprovokasi masyarakat agar terpancing dengan isu SARA itu.
Hal ini disampaikan saat perkenalan dan silaturahim dengan ulama, tokoh masyarakat Bangkalan, dan jajaran Kodim 0829/Bangkalan, Rabu (23/2) siang. Di antara ulama yang hadir KH Imron Fatah, KH Lutfi Madani, KH Fahruddin SH.
"Selebaran mengajak jihad ke Ambon itu beredar beberapa hari lalu di Surabaya. Setelah kami selidiki, alamat di selebaran itu tidak ada. Berarti orang yang membuat selebaran ingin memancing emosional masyarakat saja," kata Bambang.
Menurut Bambang yang belum sebulan menjabat Danrem, saat ini isu SARA masih dijadikan konsumsi menggoyang stabilitas nasional khususnya di wilayahnya. "Walau ada di beberapa tempat seperti di Malang tentang isu santet, namun isu SARA masih harus kita waspadai," ungkap mantan Danrem Madiun ini.
Upaya provokasi ini katanya akan terus dilakukan orang-orang yang tidak senang, baik kepada ulama, tokoh masyarakat, termasuk aparat pemerintahan. "Yang penting kalau ulama dengan umara, termasuk tokoh masyarakat kompak, goyangan dari mana pun datangnya tidak akan menggoyahkan stabilitas yang aman ini," ujarnya.
Dikatakan untuk wilayah Madura yang paling berpengaruh peran ulamanya. Makanya pertemuan ulama dengan umara (pejabat pemerintah) harus sering dilakukan.
Menurut Bambang, kini pihaknya telah memerintahkan pada Dandim, Danramil, dan Babinsa, agar selalu memantau setiap gerakan yang mencurigakan. "Kami akan memberikan penyuluhan pada masyarakat hingga lapisan bawah, agar tidak terpancing isu-isu yang akan mengganggu stabilitas keamanan," ujarnya.
Disinggung tentang isu santet yang kini mulai ada di wilayah Madura, Danrem menengarai hanya upaya orang-orang tertentu untuk menjatuhkan musuhnya. "Misalnya ada seseorang tidak senang dengan yang lainnya. Dia memprovokasi masyarakat, bahwa orang yang tidak disenangi adalah dukun santet. Kami akan mem-back up tugas polisi untuk menanggulanginya," tegas Danrem. (kas)