back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Virtual Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

JAWA TIMUR
Senin, 14 Februari 2000
Surabaya Post


Pagi Tadi, 3 Perampok Beraksi di Bangkalan

Bangkalan - Surabaya Post

Tiga perampok bersenjata celurit menyekap dua pembantu Yogi, pemilik toko mas "Gunung Mas" di perempatan Jl. Veteran, Kota Bangkalan. Namun karena korban tidak mau menunjukkan kunci mobil, perampok membacok kepala dua pembantu yang matanya tertutup dan kaki terikat, hingga luka parah.
Peristiwa itu terjadi, Senin (14/2) sekitar 09.00. Kejadian itu sempat menggegerkan pengendara motor yang melinta di perempatan jalan itu. Begitu pula masyarakat yang menemukan dua pembantu dengan kepala berlumuran darah ke luar dari rumah yang bersebelahan dengan pos pejagaan polisi itu.
Masyarakat sekitarnya segera membawa dua pembantu itu ke RSUD Bangkalan untuk pengobatan. Sedang warga yang lainnya menghubungi Polres Bangkalan.
Petugas Reserse Polres Bangkalan dipimpin Lettu Pol Hernowo, melakukan penggeledahan ke rumah yang ditinggal pemiliknya pergi kerja di Pecinan, 500 meter arah utara. Petugas memeriksa lantai atas tempat penyekapan dua pembantu itu.
"Kita tidak menemukan bukti perampokan di rumah itu. Kita hanya menemukan kunci mobil Kijang yang diperkirakan akan dibawa kabur perampok. Tapi mobil Kijang yang ada di dalam garasi rumahnya belum dibawa lari," ujar petugas di RSUD Bangkalan.
Dari pengakuan dua pembantu yang kini mendapat perawatan di RSUD Bangkalan, sekitar pukul 08.00 pagi tadi mereka sedang mencuci pakaian majikannya. Mereka saat itu berdua di rumah. Majikan dan keluarganya sejak pagi sudah pergi ke pecinan dan anaknya ke sekolah.
"Tiba-tiba ada tiga orang bercelurit masuk rumah. Mereka langsung menyekap saya dan Sumina di kamar atas. Mata, mulut, ditutup kain dan kedua tangan saya diikat tali," kata Maryati saat dimintai keterangan petugas.
Para perampok yang diperkirakan usia muda itu, kemudian memaksa kedua pembantu agar menunjukkan kunci mobil Kijang yang diparkir di garasi. Karena dua pembantu itu tidak mau menunjukkan, kawanan perampok lalu membacok kepala korban hingga luka parah. "Setelah perampok kabur, saya bersama Sumina dengan kepala berdarah, mendobrak pintu untuk ke luar," jelasnya.
Sebelum melukai korban, perampok itu sempat menghardik. "Kamu jangan ikut-ikutan urusan kami dengan juraganmu. Ini urusan saya dengan juruganmu masalah uang pengiriman emas yang belum beres," kata Maryati menirukan ucapan perampok yang lari melewati jalan samping rumah.
Kapolres Bangkalan, Letkol Pol Drs S. Harunantyo belum bisa dihubungi karena sedang mengejar pelaku perampokan berdarah ini. "Petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengejar pelakunya," ujar petugas. (kas)