back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Virtual Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

JAWA TIMUR
Rabu, 12 Januari 2000
Surabaya Post


BASSRA Imbau Masyarakat Jangan Terpancing Isu Sara

Bangkalan - Surabaya Post

Ulama tergabung BASSRA (Badan Silaturahim Ulama Pesantren Madura) mengimbau masyarakat agar waspada terhadap isu Sara yang kini mulai dihembuskan di Madura. Sebab jika sampai terpancing akan terjadi kerusakan yang akan merugikan masyarakat sendiri, bangsa, dan negara.
Hal ini disampaikan KH Drs Nuruddin A. Rachman SH, salah satu Korda Bassra Bangkalan menanggapi kemungkinan masuknya provokator dari Jakarta yang mengedarkan selebaran berbau Sara dengan mengatasnamakan Bassra. "Bassra tidak pernah mengedarkan selebaran permusuhan. Berarti selebaran itu gelap, Bassra tidak bisa dikaitkan di sana," katanya Rabu (12/1).
Dari informasi yang diterima Surabaya Post selebaran pengusiran pemeluk nasrani dari Madura hanya beredar di Pamekasan, sedang di Bangkalan, Sampang, sebagian besar Sumenep tidak dijumpai. Karena sekelompok orang mendompleng nama besar Bassra Korda Pamekasan.
Persoalan ini mendapat perhatian serius dari petinggi Jatim. Sehingga Kadit Sospol Jatim Hadi Sutarto, Kadit Samapta Polda Jatim Kol Pol Drs Supardi dan Kapuskodalops Polda Jatim Kol Pol SW Sabur melakukan pertemuan dengan petinggi Madura, di Pendapa Pamekasan, Selasa (11/1). Hadir Kapolwil Madura Kol Pol Drs Djoko Satriyo, Bupati se-Madura, Kapolres se-Madura, dan ulama Bassra Korda Pamekasan.
Kehadiran petinggi Jatim itu untuk mengklarifikasi isu selebaran yang mengajak permusuhan itu. Para petinggi Jatim dan Madura ini berharap isu Sara seperti yang dihembuskan di selebaran itu jangan sampai terjadi di Madura.
Sebab Madura termasuk barometer Jatim, sedang Jatim salah satu barometer nasional. "Sebab setiap kejadian besar di Madura bisa dipastikan menjadi kasus Jatim dan Nasional," kata KH Syaiful Hukma, salah satu Korda Bassra Pamekasan.
"Kami tidak pernah membuat selebaran yang isinya salah satu penganut agama di Madura agar diusir, itu tidak benar. Apalagi selebaran di buat di bulan suci Ramadan, tidak mungkin umat Islam akan mengajak kerusakan," tandas Kiai berpengaruh di Pamekasan ini. (kas)