back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long e-Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

JAWA TIMUR
Jum'at, 24 November 2000
Surabaya Post


Kecelakaan Maut 11 Tewas di Bangkalan
Sopir MPU dan Truk Ceroboh

Bangkalan - Surabaya Post

Kecelakaan yang menewaskan 11 penumpang MPU di Jl. Raya Mrandung, Kec. Klampis, Bangkalan, Rabu (23/11) malam, disebabkan kesalahan sopir MPU dan truk. Sopir MPU, Jmr (40), ceroboh mengendarai kendaraannya, sopir truk tidak memasang tanda segitiga pengaman saat mobilnya mogok.
Hal ini hasil kesimpulan sementara tim gabungan penyelidikan kecelakaan yang menelan korban jiwa besar, Kamis (23/11) siang. Tim gabungan dengan 10 orang dari Polda Jatim, Organda Jatim, DLLAJ Tk. I Jatim, Jasa Raharja Jatim, PU Bina Marga Jatim, dipimpin Inspektur (kapten) Marjono, dari Ditlantas Polda Jatim.
"Dari temuan tim di lapangan, tidak ada tanda-tanda rem MPU. Juga tidak adanya tanda segi tiga pengaman dari truk pengangkut semen," kata Kasat Lantas Iptu Pol Dedy Hariyadi mendampingi Kapolres Bangkalan Superintendent Drs Achmadi, seusai mengikuti tim melakukan penyelidikan ke TKP.
Tim juga memeriksa MPU Nopol M 2008 GU yang ringsek bagian depan hingga ke tengah, di Mapolres Bangkalan. "Saat diperiksa mobil MPU, bagian rem dibongkar, ternyata masih berfungsi," ujarnya.
Dikatakannya, sopir MPU, Jmr, banyak kesalahannya. Sejak mengangkut penumpang dari Kamal, tujuh keluarga Pak Markum, empat di antaranya tewas, warga Bulak Rukem, Surabaya, terus mengobrol dengan penumpang.
Memasuki bekas sub-terminal Sanggan, Kota Bangkalan, sopir Jmr, menaikkan penumpang melebihi kapasitas. Di bagian depan diisi empat orang.
Selama perjalanan dari Bangkalan ke Klampis, sopir terus mengobrol dengan penumpang. Sekitar dua meter dari truk yang mogok, penumpang telah mengingatkan Jmr, tetapi terlambat.
"Saat diingatkan penumpang kalau ada mobil di depan, saya bermaksud menginjak rem. Karena gugup, malah saya menginjak gas," kata Jmr, dalam pemeriksaan kemarin.
Kapolres Bangkalan, Drs Supt Drs Achmadi mengimbau pada penumpang agar, hati-hati menumpang angkutan. Bila sudah penuh terutama di bagian depan, supaya tidak mau naik kendaraan itu.
"Bila sopir kurang hati-hati, penumpang supaya mengingatkan. Begitu pula sopir, jangan mengangkut penumpang melebihi kapasitas. Maunya menambah penghasilan, tetapi kalau kecelakaan jadi fatal akibatnya," imbau Kapolres.
Jenazah 11 korban tewas, di kamar mayat RSUD Bangkalan, sudah diambil keluarganya hingga kemarin siang. Terakhir empat korban warga Bulak Rukem, Surabaya, asal Kec. Klampis, Hj Seniman (56), Ida Sri Nafisun (38), Ida Sri Mulyani (30), dan Andri (3).
Dari keterangan keluarga korban, tujuh rombongan dari Bulak Rukem, mau menuju Kec. Klampis. Maksudnya mau menengok salah satu cucu korban, Evi (13).
"Tetapi kenyataan lain, rombongan mengalami kecelakaan menjelang sampai ke rumah yang dituju. Perayaan ulang tahun berubah menjadi duka," kata salah satu keluarga korban di kamar mayat kemarin. (kas)