back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long e-Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

JAWA TIMUR
Selasa, 03 Oktober 00
Surabaya Post


Lomba Karapan Sapi Kisruh

Bangkalan - Surabaya Post

Karapan sapi memperebutkan piala Bupati Bangkalan, kisruh. Gara-gara dua pemilik pasang sapi ngotot menang. Khawatir terjadi sesuatu yang tak diinginkan, panitia segera membubarkan lomba yang baru memasuki babak awal. Kejadian Minggu (1/10) sore di Stadion, Kota Bangkalan, membuat penonton lari meninggalkan arena. Petugas keamanan segera bergerak mengamankan panitia, yang diprotes pemilik dua pasang sapi.
Permasalahan muncul dari dua pasang sapi dengan nomor 25 dan 29, yang berlomba pada babak kedua bagian bawah (kalah). Panitia melihat pasangan sapi nomor 25 lebih dulu menginjakkan garis finish, dan bendera warna merah dikibarkan. Namun pemilik sapi nomor 29 tidak terima, karena merasa jagonya yang terlebih dulu di garis finish.
Dalam rekaman video yang dipasang oleh panitia, memang kaki sapi nomor 29 terlebih dulu menginjakkan kaki di garis finish.
Sedang pasangan sapi nomor 25, tubuhnya yang lebih dulu dibanding kakinya tiba di garis finish. Aturannya, kaki sapi melewati gairs finish dijadikan pijakan untuk menentukan kemenangan dalam lomba tradisional Madura ini.
"Masalahnya, juri telah memenangkan pasangan sapi nomor 25, dengan dasar penglihatan mata telanjang. Sedang rekaman video menampakkan sapi nomor 29 yang menang dengan pijakan kaki. Melihat hal ini panitia melakukan musyawarah dengan dua pemilik sapi," kata Ketua Panitia Imam Muljadi SH, didampingi Kabag Humas Ir Abd. Sjakur MM, Senin (2/9).
Panitia, kata Imam Muljadi yang juga Asisten II Sekwilda Bangkalan, mengambil jalan tengah. Dua pasang sapi dimenangkan, dan sama-sama ikut dalam babak berikutnya.
"Tetapi mereka tidak bisa didamaikan, akhirnya panitia terpaksa membubarkan, menunda sambil dicarikan penyelesaiannya. Semua bubar, menunggu hasil keputusan panitia untuk melanjutkan karapan ini," ujar Imam.
Ternyata pemilik sapi nomor 25 tidak puas dengan keputusan panitia itu. Dia bersama puluhan pendukungnya membawa pasangan sapi mendatangi pendapa kabupaten. Maksudnya, ingin mengadukan pada bupati yang bertindak sebagai pembina dalam lomba ini.
Tak pelak, petugas pengamanan pendapa kelabakan. Apalagi pada saat itu bupati tak ada di tempat, sedang ada acara di luar Bangkalan.
"Saya yang menemui mereka. Saya tetap katakan pada keputusan semula. Sebab kalau saya memenangkan pasangan sapi nomor 25, akan diprotes pemilik pasangan sapi nomor 29. Akhirnya, mereka bisa menerimanya, hingga menunggu hasil keputusan," jelas dia. (kas)