back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

JAWA TIMUR
Rabu, 30 Agustus 00
Surabaya Post


Bupati Minta Eksplorasi Migas Tidak Rugikan Nelayan

Bangkalan - Surabaya Post

Eksplorasi minyak dan gas di lepas pantai antara Kecamatan Sreseh, Sampang, dan Kecamatan Modung, Bangkalan, diharap tidak merugikan warga nelayan. Sebab bila mata pencarian satu-satunya nelayan terganggu dikhawatirkan akan menimbulkan ekses yang bisa menghambat proyek migas ini.
Peringatan ini disampaikan Bupati Bangkalan dan sejumlah anggota DPRD pada acara sosialisasi rencana pengelolaan dampak lingkungan oleh PT Santos, di Pendapa Kab. Bangkalan, Selasa (29/8).
Hal ini perlu disampaikan, mengingat pihak PT Santos yang akan melakukan ekplorasi migas di Selat Madura, hingga kini belum pernah bertemu dengan para nelayan di dua kecamatan yang paling merasakan dampaknya. Sedang eksplorasi dilakukan Oktober 2000.
"Kami mengharapkan PT Santos, bertemu langsung dengan masyarakat nelayan khususnya di dua kecamatan. Sebab sampai sekarang masyarakat nelayan di sana, belum mengetahui rencana pengeboran migas. Dengan begitu nantinya bisa dicarikan penyelesaian bila terjadi sesuatu di lapangan," kata Abdul Jalil, anggota DPRD Bangkalan, asal Kecamtan Modung.
Di lokasi yang dijadikan tempat eksplorasi migas -- 10 km dari garis pantai -- menjadi tempat mangkalnya para nelayan dari Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan dan Sreseh di wilayah Kabupaten Sampang, untuk mencari ikan.
"Di lokasi rencana pengeboran banyak alat tangkap ikan yang tertanam di pantai. Bila tidak ada pertemuan dengan nelayan, tiba-tiba dilakukan pengeboran, apa tidak terjadi persoalan," lanjut salah seorang Kepala Desa di Kecamatan Modung, yang mempunyai warga nelayan.
Hal senada juga ditegaskan Bupati Bangkalan, H Moh. Fatah. Dalam kesempatan itu, Bupati minta agar proyek ini tidak menimbulkan dampak pencemaran lingkungan. "Eksplorasi migas ini jangan sampai mematikan mata pencarian masyarakat nelayan setempat," harapnya.
Beberapa pejabat terkait dari bagian lingkungan hidup Pemda, Bappeda, dan Pangkalan AL Batuporon, menanyakan proses perizinan, termasuk analisis dampak lingkungan.
Emilia Hutabarak, dari PT Santos, mengatakan semuanya sudah dilakukan. "Nanti kami kirimkan tembusan Amdalnya ke Pemda Bangkalan. Begitu pula perizinan akan dikirimkan tembusannya ke Pangkalan TNI Angkatan Laut Batuporon," katanya.
Soal permintaan pertemuan dengan nelayan di Kecamaatan Modung, PT Santos menyanggupi. Waktunya akan ditentukan, para Kades yang mempunyai warga nelayan di sekitar lokasi eksplorasi agar didata.
"Tolong dicatat nelayan yang beraktifitas di sekitar lokasi pengeboran. Kami akan memberikan kompensasi yang wajar," kata perwakilan Santos.
Dia mengimbau selama pengeboran untuk mengetahui kandungan migas, agar nelayan tidak mendekati radius 40 M dari lokasi. "Sebab bila ditemukan migas dan terjadi semburan, ini amat berbahaya," jelasnya. (kas)